Category: Gaya Hidup

  • Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Kapolda Sumsel Cup 2026 Sukses Dan Tuntas, Jadi Turnamen Padel Terbesar Dan Diikuti 420 Atlet

    Kapolda Sumsel Cup 2026 Sukses Dan Tuntas, Jadi Turnamen Padel Terbesar Dan Diikuti 420 Atlet

     


    Palembang – Turnamen Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 resmi ditutup di Luxury Padel Club Palembang, Minggu (2/8/2026).
    Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny mengatakan turnamen yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut mencatat sejarah sebagai kejuaraan padel terbesar yang pernah digelar di Sumatera Selatan.

    “Sebanyak 420 atlet atau 210 pasangan ambil bagian dalam kompetisi yang diikuti peserta dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jambi, Semarang, dan Yogyakarta,” kata Sonny.

    Kapolda Sumsel Cup 2026 mempertandingkan enam kategori, yakni Men Lower Bronze, Women Lower Bronze, Youth U-16 Open, Women Bronze, Bronze Open, dan Men Silver.

    “Persaingan berlangsung sengit sejak hari pertama hingga partai final yang menyuguhkan pertandingan berkualitas dan penuh sportivitas,” ujar Sonny.

    Pada kategori Men Lower Bronze, pasangan Dimas Pratama/Deny Kurniawan keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Edi Gunawan/Ferdiyanto di partai final. Di kategori Women Lower Bronze, gelar juara diraih pasangan Rissa Triandini/Indah Permatasari, sedangkan posisi runner-up ditempati Eltania Pratiwi/Khalisa Asyafa Azizia.

    Untuk kategori Youth U-16 Open, pasangan muda Kgs Al Ghazali Islami/Muhammad Alfarizi berhasil menjadi yang terbaik usai menundukkan Ethan London Lim/Mikko Kenji Alvino.

    Sementara itu, kategori Women Bronze dimenangkan oleh pasangan Lovine Jones/Liora Isolda, dengan Pritasari Ekanopriana/Penti Yulianda sebagai juara kedua.

    Di kategori Bronze Open, pasangan Nathanielle Amin/Jason Young sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan M. Adli Dzil Ikrom/Moh. Rifat Dunda di laga puncak.

    Sedangkan pada kategori Men Silver, pasangan Rizky Akbar/M. Rahardian Hidayat tampil sebagai juara pertama, sementara Dierga Salamon Rizky/Hamman Firdaus harus puas menempati posisi runner-up.

    “Keberhasilan penyelenggaraan PBPI Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 menjadi bukti pesatnya perkembangan olahraga padel di Sumatera Selatan,” ujarnya.

    Selain memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, turnamen ini juga mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat, sekaligus membuka ruang lahirnya atlet-atlet padel berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Kapolda Sumsel Sandi Nugroho Gembleng Karakter Siswa Taruna Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

    Kapolda Sumsel Sandi Nugroho Gembleng Karakter Siswa Taruna Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

    Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan karakter dan kepemimpinan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum, dalam kegiatan “Jumpa Tokoh” bersama para siswa SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pagar Alam, H Ludi Oliansyah ST, Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil, para Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tenaga pendidik, dan para siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara.

    Dalam pembekalannya, Kapolda Sumatera Selatan menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, disiplin, serta jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    “Bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia harus kita dipersiapkan sejak dini agar menjadi modal pembangunan nasional,”

    Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan para siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari penyalahgunaan teknologi, judi online, penyalahgunaan narkoba, perundungan (*bullying*), hingga cyberbullying.

    Oleh karena itu menurutnya pendidikan karakter menjadi benteng utama agar generasi penerus bangsa tetap memiliki moral, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.

    “Apa yang dilakukan hari ini adalah langkah untuk membentuk karakter, memperkuat integritas, serta mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul, karena mereka merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif. ,” terangnya Kapolda.

    Selain memberikan pembekalan, Kapolda Sumsel juga berdialog secara interaktif dengan para siswa melalui sesi tanya jawab mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, perkembangan teknologi, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa mendatang.

    Sementara Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda Sumatera Selatan terhadap dunia pendidikan.

    “Kehadiran Kapolda merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi keamanan dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Pembekalan seperti ini memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, serta wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” terangnya.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH, mengungkapkan bahwa pembinaan karakter generasi muda merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia.

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

    Terakhir dia sampaikan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan merupakan wujud nyata peran kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi membangun ketahanan sosial, memperkuat karakter kebangsaan, serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengancam masa depan bangsa.

    Oleh karena itu, melalui kegiatan “Jumpa Tokoh” di SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Polda Sumsel berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan karakter generasi muda.

    “Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai fondasi dalam mencetak pemimpin bangsa yang unggul, berintegritas, berdaya saing global, serta mampu menjaga persatuan, stabilitas keamanan, dan kemajuan Indonesia di masa depan,” tutupnya Nandang

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Kombes Pol Budi HermantoKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

    JAKARTA – Kemunculan pagar besi berukuran tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta belakangan memicu beragam spekulasi di media sosial.

     

     

    Pagar yang dipasang di beberapa titik strategis mal, seperti pintu masuk dan area halaman, dikaitkan dengan isu adanya rencana aksi demonstrasi pada awal Agustus.

    Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi unjuk rasa sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan, termasuk informasi yang beredar di berbagai platform media sosial.

    “Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas, sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi yang ada,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

    Meski belum ada pemberitahuan resmi, polisi tetap melakukan langkah antisipatif dengan memonitor dinamika yang berkembang di masyarakat guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

    Budi menegaskan, hasil koordinasi antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menunjukkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga kini masih dalam keadaan aman dan terkendali.

    Ia menambahkan, terciptanya situasi yang kondusif merupakan hasil sinergi berbagai pihak, tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga partisipasi masyarakat.

    “Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi termasuk dari masyarakat,” ujar Budi.

    Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan menjadi perbincangan warganet setelah beredar dugaan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap rencana demonstrasi yang disebut-sebut akan berlangsung pada Agustus. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengaitkan pemasangan pagar tersebut dengan adanya agenda aksi unjuk rasa tertentu.

  • Polda Metro Klarifikasi Hoaks Video yang Dikaitkan dengan Putusan MK pada 30 Juli 2026

    Polda Metro Klarifikasi Hoaks Video yang Dikaitkan dengan Putusan MK pada 30 Juli 2026

    Di era digital, penyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Karena itu, setiap informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi dengan cermat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    Beredar sebuah video di media sosial yang disertai narasi bahwa telah terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat saat pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 30 Juli 2026.

    Berdasarkan klarifikasi yang disampaikan Humas Polda Metro Jaya, informasi tersebut tidak sesuai dengan konteks waktu yang disebutkan. Video yang beredar merupakan dokumentasi peristiwa yang terjadi pada Juni 2026, kemudian kembali dibagikan dengan narasi seolah-olah merupakan kejadian baru pada 30 Juli 2026.

    ADVERTISEMENT

    Klarifikasi ini menjadi pengingat penting bahwa setiap informasi yang diterima di media sosial sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain. Langkah sederhana seperti memeriksa sumber informasi, membaca pemberitaan dari media yang kredibel, serta menunggu klarifikasi resmi dapat membantu mengurangi penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

    Meningkatkan literasi digital merupakan tanggung jawab bersama. Dengan lebih teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan ruang digital yang lebih sehat, informatif, dan bertanggung jawab.

    Sumber: Humas Polda Metro Jaya.

     

     

     

  • Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden

    Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden


    Jakarta – Anggota Komisi III DPR, Soedeson Tandra, membantah pernyataan pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea. Dia menegaskan tidak ada aturan yang mengharuskan aparat penegak hukum meminta izin Presiden sebelum menetapkan Febrie sebagai tersangka.
    “Pernyataan dari Hotman Paris itu tidak berdasar. Jadi tidak ada satu aturan pun yang mengatakan bahwa menangkap seorang jaksa itu harus izin Presiden,” kata Soedeson dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

    Soedeson menyebutkan aturan imunitas jaksa dalam Undang-Undang Kejaksaan sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menekankan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

    “Tidak penting dia orang berpangkat tinggi, orang rendah, atau pejabat. Siapa pun yang melanggar hukum, tegakkan hukum, laksanakan ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar legislator Partai Golkar tersebut.

    Soedeson meminta Tim 9 yang dibentuk Kejaksaan Agung untuk menangani perkara Febrie Adriansyah dengan tegas. Dia mengatakan Tim 9 yang banyak diisi jaksa eks KPK harus memperhatikan suasana kebatinan rakyat.

    “Tim 9 harus memperhatikan suasana kebatinan rakyat Indonesia, rasa keadilan masyarakat Indonesia dan menjaga nama baik institusi,” ujarnya.

    Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi yang merupakan bagian dari Asta Cita. Dia berharap tidak ada yang membawa-bawa nama Presiden dalam kasus ini.

    “Presiden sudah menegaskan, tegakkan hukum setegak-tegaknya. Siapa yang melanggar hukum harus ditindak. Jadi tolong jangan membawa-bawa nama Presiden. Ini masalah yang berurusan dengan penegakan hukum,” ujarnya.

    Sebelumnya, Hotman menyebutkan kasus yang menjerat Febrie saat ini adalah kriminalisasi. Bahkan dia mengaku tak mengharapkan uang dari Febrie, yang merupakan kliennya.

    “Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia,” ujar Hotman saat memberi pernyataan kepada media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (17/7) malam.

    Hotman lalu membeberkan alasannya mau turun tangan membela Febrie. Dia membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto, yang diakuinya sebagai klien setianya selama puluhan tahun.

    “Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta (bantuan hukum) tanpa dibayar,” ungkap Hotman.

    Karena itu, dia mengaku merasa miris melihat kondisi Febrie saat ini. Baginya, Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.

    “Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp 300 triliun. Total Rp 430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden,” cetusnya.

  • Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan Ratusan Pucuk Senpi Ilegal Hasil Barang Bukti

    Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan 397 Pucuk Senpi Ilegal Hasil Barang Bukti

    Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api (senpi) rakitan ilegal, Jumat (3/7/2026). (Dok. Istimewa)

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api (senpi) rakitan ilegal. Negara hadir sebagai langkah tegas untuk memastikan perlindungan masyarakat sehari-hari.
    Pemusnahan barang bukti hasil Operasi Senpi Musi Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, Jumat (3/7/2026), di Lapangan Tembak Brimob Polda Sumsel. Operasi ini telah sukses dilaksanakan selama 16 hari, terhitung sejak 12 hingga 27 Juni 2026.

    Sandi menegaskan bahwa pemberantasan peredaran senpi ilegal adalah bukti nyata keterlibatan negara dalam melindungi warganya. “Hasil operasi ini jumlahnya cukup signifikan, baik itu laras panjang maupun laras pendek. Ini menandakan bahwa negara hadir untuk mengamankan masyarakat dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan senjata api,” ujar Kapolda.

    Lebih lanjut, Sandi menyampaikan bahwa operasi ini bermuara pada satu tujuan luhur, yakni menjamin kebebasan dan rasa aman masyarakat dari ancaman bersenjata.

    “Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban ini merupakan representasi dari negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa beraktivitas, bekerja, beribadah, dan bersekolah dengan aman tanpa rasa takut karena banyaknya senpi yang beredar,” tegasnya.

    Berdasarkan data operasional, Operasi Senpi Musi 2026 berhasil mengungkap 32 kasus tindak pidana penyalahgunaan senjata api dengan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 31 orang. Total senjata api yang dimusnahkan mencapai 397 pucuk, yang terdiri dari 284 pucuk senpi laras panjang dan 113 pucuk senpi laras pendek.

    Keberhasilan ini, menurut Sandi, bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas dari sebuah super team. Sandi secara khusus mengapresiasi kolaborasi apik dari Wakapolda, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) seperti Dirkrimum dan Karo Ops, serta seluruh Kapolres jajaran.

    Polda Sumsel menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api rakitan ilegal, Jumat (3/7/2026). (Dok. Istimewa)

    Di sisi lain, keberhasilan kepolisian ini tak lepas dari tingginya kesadaran dan partisipasi aktif warga. Hal ini dibuktikan dengan adanya serahan senpi secara sukarela oleh masyarakat sebanyak 234 pucuk.

    Senada dengan pernyataan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pemusnahan ini sekaligus menjadi peringatan tegas bagi para pelaku kejahatan di wilayah Sumatera Selatan.

    “Polda Sumsel tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran senjata api ilegal yang kerap menjadi sumber keresahan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi warga yang telah proaktif dan berani menyerahkan senpi rakitannya secara sukarela. Bagi masyarakat yang saat ini masih menyimpan atau mengetahui adanya senpi ilegal, kami imbau untuk segera menyerahkannya kepada aparat terdekat sebelum dilakukan tindakan hukum yang tegas,” jelas Nandang.

    Sebagai langkah mitigasi ke depan, kepolisian terus membuka kanal pengaduan agar masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan adanya indikasi pembuatan atau peredaran senpi rakitan di lingkungannya. Warga diimbau untuk langsung menghubungi layanan Call Center 110 yang telah terintegrasi secara online dan siap merespons laporan dengan cepat.